Semarang (16/09/26) – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) UIN Walisongo Semarang sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk SpeakLead Vol.2. Mengusung tema “Speak Up, Stand Out: Berani Bicara, Berani Berkembang”, kegiatan ini hadir sebagai wadah pembekalan serta ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan Public Speaking dan Leadership.
Rangkaian acara dipandu secara interaktif oleh Master of Ceremony (MC), Muhammad Ni’am Syukri dan Siti Heny Maharani. Acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan oleh Rikhadatul’aisy Fitria, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Aeni Nur Hidayah selaku dirigen.
Kharisma Nur Rahmawati, selaku ketua panitia acara, berharap kepada seluruh peserta agar mampu interaktif sebagaimana tujuan acara untuk meningkatkan keberanian mahasiswa.
“Semoga melalui acara ini, kita semua mendapatkan wawasan dan pengalaman baru di bidang Public Speaking serta Leadership. Kami berharap para peserta dapat aktif menyimak dan bertanya, sehingga ilmu yang diperoleh bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” sambutnya.
Senada dengan hal tersebut, Muhammad Khoiril Anwar, Ketua Umum HMJ IAT menekankan pentingnya keberanian dalam melatih kepercayaan diri.
“Atas dilangsungkannya acara ini, saya berharap baik pengurus maupun peserta dapat memberanikan diri untuk belajar tampil di depan umum. Karena keterampilan Public Speaking dan Leadership itu sangat krusial,” ujarnya.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh Muhammad Kudhori, Ketua Program Studi IAT menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada narasumber yang merupakan alumni dari UIN Walisongo Semarang, serta seluruh panitia yang terlibat.
“Acara semacam ini harus memberikan dampak positif dan nilai tambah bagi mahasiswa IAT. Pada hakikatnya, wahana untuk meningkatkan ilmu pengetahuan di kampus itu sangat luas, termasuk forum-forum di luar kelas seperti ini. Manfaatkan ruang seperti ini untuk mengasah nalar kritis dan tanggap terhadap isu-isu kekinian. Sebagaimana tagline acara ini, bangsa kita membutuhkan orang-orang yang berani menyuarakan keadilan dan kepentingan masyarakat luas,” ungkapnya.
Pada sesi inti, Muhammad Ikhlasul Amal menjadi moderator mendampingi Mohammad Maulana Khoirur Rifki, selaku pemateri sekaligus alumni UIN Walisongo menjelaskan bahwa Public Speaking merupakan aktivitas menyusun, merancang, dan menyampaikan pesan secara lisan kepada audiens.
Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain:
Mengapa Public Speaking Penting? Public speaking sangat berperan dalam menunjang performa akademik (seperti presentasi di kelas), menjadi fondasi utama kepemimpinan untuk menyampaikan visi, serta menjadi modal kesiapan karier di dunia kerja.
Menghadapi Kecemasan Berbicara: Kecemasan saat tampil di depan umum adalah tantangan global yang dialami oleh mayoritas mahasiswa (sekitar 80%). Rasa takut dinilai negatif, takut salah, atau kurangnya persiapan menjadi akar masalah utama. Namun, kecemasan tersebut bukanlah kelemahan, melainkan keterampilan yang bisa dilatih.
Formula Komunikasi Efektif (3V Mehrabian): Pemateri menjelaskan bahwa efektivitas komunikasi dipengaruhi oleh elemen Visual (55%) (gestur, ekspresi, kontak mata), Vocal (38%) (intonasi, artikulasi, nada suara), dan Verbal (7%) (pemilihan kata/diksi).
Solusi & Strategi Latihan: Untuk membangun kepercayaan diri, mahasiswa disarankan melakukan latihan bertahap (dimulai dari cermin/teman dekat hingga forum besar), merekam video saat berlatih untuk evaluasi, serta memanfaatkan organisasi kampus sebagai wadah praktik nyata.
Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi langsung mengenai hambatan dan tips praktis Public Speaking. Melalui kegiatan ini, HMJ IAT UIN Walisongo Semarang berharap lahir generasi mahasiswa yang berani bersuara, kritis, dan siap menjadi pemimpin masa depan.
Reporter: Layla Mariyatul Q.
Editor: Fatih Rizqan.
