Semarang (02/02/2026) – Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHum) menggelar Pelantikan dan Upgrading Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) yang bertema “Pengetahuan Untuk Kemanusiaan, Kemanusiaan Untuk Peradaban”, bertempat di Aula Gedung Q, Kampus dua, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Acara disambut dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh Siti Fatimatuzzahro’, kemudian sambutan oleh Ketua SEMA FUHum periode 2026, Fatihun Najah, disusul oleh Wakil Dekan tiga, H. Sukendar, M.A., Phd., dan terakhir oleh M. Adika Arifin.
Kegiatan acara dilanjut dengan pelatihan skill berupa pemaparan materi terkait ke-administrasi-an oleh Lathifah ‘Azmi, S.E.
“Prinsip administrasi yang baik itu harus ter-integrasi, pengumpulan proposal dan laporan pertanggung jawaban tepat waktu, valid, legal, mudah ditangani, mudah diakses dan keamanannya terjaga. Kemudian, prinsip keuangan yaitu transparansi dan akuntabilitas, efektivitas dan efisiensi, tidak boros, serta kepatuhan dan tertib administrasi,” ujarnya.
Dengan mematuhi prinsip demikian, maka akan berdampak pada kelancaran atas berlangsungnya acara.
Kegiatan ini sempat dilaksanakan di Auditorium Kampus satu. Namun, disebabkan kendala dari fasilitas yang disediakan, kegiatan terpaksa dialihkan ke Aula Gedung Q Kampus dua.
Rangkaian acara disambut dengan penampilan rebana dari Jam’iyyah Hamalah Qur’an (JHQ), kemudian pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ahmad Wahid, dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh Khafka Nafisa.
Naqiya Urban Diyani, Selaku Ketua Panitia, mengapresiasi setiap pihak terutama kru panitia yang membantu keberlangsungan acara ini.
“Ucapan terimakasih kepada seluruh panitia dan pihak yang ada, mohon maaf sebesar-nya atas beberapa kekurangan yang ada, semoga acara ini bisa menjadi awal yang baik dan penuh keberkahan, membawa ORMAWA FUHum untuk lebih bersinergi dan bermanfaat bagi mahasiswa,” katanya.
H. Sukendar, MA., Phd., selaku Wakil Dekan tiga FUHum memberikan sambutan hangat kepada peserta yang menghadiri acara.
“Awal yang bagus untuk mengawali langkah kalian, dengan adanya peningkatan skill soal laporan keuangan dan pelaksanaan kegiatan, bisa menjadi pengaruh agar bisa berorganisasi dengan baik. Insyaallah hal itu akan berguna ketika berada dalam lingkungan masyarakat, atau pun lingkungan yang lebih besar. Terima kasih kepada seluruh mahasiswa yang hadir, semoga acara bisa berjalan dengan lancar,” ungkapnya.
Kemudian, beliau juga melakukan pembacaan SK dan Sumpah Jabatan. Setelahnya, pelantikan dan sertijab, di pimpin ketua lembaga yang melantik dan ketua lembaga demisioner.
Nur Yusril Muhammad Isnaini, Ketua DEMA FUHum Periode 2026 menyampaikan orasi sebagai penyemangat langkah awal kepemimpinan baru.
“Hari ini bukan hanya proporsi seremonial, hari ini merupakan titik awal dari kepemimpinan, sesuai tema, integrasi antara organisasi dan kemasyarakatan. Organisasi berjalan dalam satu misi yang besar, yaitu kemanusiaan dengan peradaban islam yang maju dan berkembang, ketika organisasi berjalan tanpa ruh, bagaikan manusia yang berjalan tanpa nyawa. Untuk itu mulailah menghadirkan gerakan yang memiliki makna dalam kegiatan tersebut, selamat kepada seluruh ormawa 2026,” jelasnya.
Tak mau kalah, Fatihun Najah, Ketua SEMA FUHum Periode 2026, menyampaikan sambutan.
“Penentuan integritas lah yang akan menghidupkan nilai kampus kita. Pendidikan, penelitian, dan pengabdian, semoga kepengurusan yang baru ini mampu untuk menjadi kepengurusan yang lebih progresif, lebih baik, bisa mengabdi pada mahasiswa dan juga masyarakat. Selamat kepada para pengurus yang baru di lantik, semoga bisa berkontribusi sepenuh hati, dengan integritas sebaik mungkin,” ungkapnya.
Yulian Yardan Firjatullah, Ketua DEMA FUHum Periode 2025, mengingatkan kepada para pengurus baru agar siap mengemban amanah dari para mahasiswa.
“Teruntuk teman angkatan tahun ini, setiap anggaran yang di lontarkan untuk uang, adalah sebagian uang yang di titipkan para mahasiswa dari pembayaran ukt, dan harus dikembalikan manfaatnya untuk para mahasiswa, berorganisasi memang lelah, tapi bagaimana pun keadaannya tetap semangat dan bersabar,” tegasnya.
Rahma Danti Harum Kusuma Putri, Ketua SEMA FUHum Periode 2025, menyampaikan harapan kepada para pengurus baru.
“Selamat dan semangat kepada para pengurus yang baru di lantik, siang hari ini adalah awal teman sekalian untuk belajar, dan berproses. Semoga harapan untuk menjadi organisasi yang lebih progresif dan baik bisa terwujud di tahun ini, tidak ada kata gagal, yang ada hanya sukses dan bangkit lagi,” ujarnya.
Dr. Mokh. Sya’roni, M.Ag., selaku Dekan FUHum mengingatkan seluruh peserta yang tergabung ke dalam ormawa agar mampu menjalankan amanah dan mengamalkan setiap ilmu yang diperoleh.
“Proses pengabdian dimulai dari titik ini, bukan soal seremoni, tapi ini soal tanggung jawab dan amanah. Pengetahuan adalah yang utama, tanpa itu, bagaimana anda bisa mempertanggung jawabkan anggaran yang berasal dari para teman anda sendiri. Seluruh mahasiswa FUHum perlu mendapatkan perhatian anda, untuk apa menuntut ilmu tapi tidak ada ajang atau wadah untuk mengekspresikannya,” katanya.
Ia juga menekankan agar tanggung jawab saat ini harus diemban dengan baik
“Selamat dalam arti ini merupakan tanggung jawab yang harus segera dilakukan dengan baik. Semakin anda banyak interaksi, maka akan semakin banyak pula ilmu pengetahuan anda, jadikan ini sebagai rumah kedua, di samping pembelajaran formal yang ada di kelas,” jelasnya.
Pelantikan diakhiri dengan do’a yang dipanjatkan oleh Banyu Lintang.
Setelah semua proses pelantikan telah genap, dilanjut dengan kegiatan inti berupa pembekalan bagi para pengurus baru ormawa yaitu upgrading.
Dengan kegiatan yang dipandu oleh Ahmad Luthfi selaku moderator, mengatur proses diskusi dengan Dr. Mohammad Miftah, M. Pd., sebagai pemateri upgrading kali ini.
Dr. Mohammad Miftah, M. Pd., membuka materi upgrading dengan melantunkan syair-an gus dur kemudian menyampaikan jargon.
“Ngaji bukan hanya bisa membaca, tapi harus bisa menulis, usia boleh terbatas, namun karya tidak boleh terbatas, jadi aktivis itu baik, tapi lulus lebih cepat itu lebih baik,” ucapnya.
Ia mengungkapkan tentang tolak ukur berorganisasi yang baik seperti apa.
“Berorganisasi jika semua sudah sama satu frekuensi, mau berapapun jumlah aggotanya akan tetap bisa selesai dengan cara membangun chemistry di antara tim dan juga membangun pondasi (pengampu kegiatan). Perlu di bentuk ketua pengampu yang sudah memiliki peran masing² nya,” jelasnya.
Dirinya menyebutkan bagaimana pentingnya kerja sama dari setiap anggota dalam suatu organisasi.
“Organisasi menjadi pesat bukan hanya karena ketua, tapi partisipasi dari semuanya, jika tidak ada rasa memiliki, organisasi tidak akan berjalan dengan baik. Saling menghormati posisi dalam organisasi akan menciptakan rasa memanusiakan manusia dalam organisasi,” sebutnya.
Terakhir, ia juga menekankan agar menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam berorganisasi.
“Kemanusiaan sebagai mahkota dalam hal apapun, tanpa adanya rasa kemanusiaan, maka yang ada hanya kerusakan, kepentingan, dan nafsu sesaat. Bagi semua yang di lantik hari ini, ingat harus punya komitmen untuk siap memberikan energinya demi kepentingan kepengurusan,” tutupnya.
Kegiatan upgrading diakhiri dengan pencantuman poin penting oleh moderator.
Reporter: Fatih Rizqan
Editor: Layla Mariyatul Qibtiyyah
Acara disambut dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh Siti Fatimatuzzahro’, kemudian sambutan oleh Ketua SEMA FUHum periode 2026, Fatihun Najah, disusul oleh Wakil Dekan tiga, H. Sukendar, M.A., Phd., dan terakhir oleh M. Adika Arifin.
Kegiatan acara dilanjut dengan pelatihan skill berupa pemaparan materi terkait ke-administrasi-an oleh Lathifah ‘Azmi, S.E.
“Prinsip administrasi yang baik itu harus ter-integrasi, pengumpulan proposal dan laporan pertanggung jawaban tepat waktu, valid, legal, mudah ditangani, mudah diakses dan keamanannya terjaga. Kemudian, prinsip keuangan yaitu transparansi dan akuntabilitas, efektivitas dan efisiensi, tidak boros, serta kepatuhan dan tertib administrasi,” ujarnya.
Dengan mematuhi prinsip demikian, maka akan berdampak pada kelancaran atas berlangsungnya acara.
Kegiatan ini sempat dilaksanakan di Auditorium Kampus satu. Namun, disebabkan kendala dari fasilitas yang disediakan, kegiatan terpaksa dialihkan ke Aula Gedung Q Kampus dua.
Rangkaian acara disambut dengan penampilan rebana dari Jam’iyyah Hamalah Qur’an (JHQ), kemudian pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ahmad Wahid, dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh Khafka Nafisa.
Naqiya Urban Diyani, Selaku Ketua Panitia, mengapresiasi setiap pihak terutama kru panitia yang membantu keberlangsungan acara ini.
“Ucapan terimakasih kepada seluruh panitia dan pihak yang ada, mohon maaf sebesar-nya atas beberapa kekurangan yang ada, semoga acara ini bisa menjadi awal yang baik dan penuh keberkahan, membawa ORMAWA FUHum untuk lebih bersinergi dan bermanfaat bagi mahasiswa,” katanya.
H. Sukendar, MA., Phd., selaku Wakil Dekan tiga FUHum memberikan sambutan hangat kepada peserta yang menghadiri acara.
“Awal yang bagus untuk mengawali langkah kalian, dengan adanya peningkatan skill soal laporan keuangan dan pelaksanaan kegiatan, bisa menjadi pengaruh agar bisa berorganisasi dengan baik. Insyaallah hal itu akan berguna ketika berada dalam lingkungan masyarakat, atau pun lingkungan yang lebih besar. Terima kasih kepada seluruh mahasiswa yang hadir, semoga acara bisa berjalan dengan lancar,” ungkapnya.
Kemudian, beliau juga melakukan pembacaan SK dan Sumpah Jabatan. Setelahnya, pelantikan dan sertijab, di pimpin ketua lembaga yang melantik dan ketua lembaga demisioner.
Nur Yusril Muhammad Isnaini, Ketua DEMA FUHum Periode 2026 menyampaikan orasi sebagai penyemangat langkah awal kepemimpinan baru.
“Hari ini bukan hanya proporsi seremonial, hari ini merupakan titik awal dari kepemimpinan, sesuai tema, integrasi antara organisasi dan kemasyarakatan. Organisasi berjalan dalam satu misi yang besar, yaitu kemanusiaan dengan peradaban islam yang maju dan berkembang, ketika organisasi berjalan tanpa ruh, bagaikan manusia yang berjalan tanpa nyawa. Untuk itu mulailah menghadirkan gerakan yang memiliki makna dalam kegiatan tersebut, selamat kepada seluruh ormawa 2026,” jelasnya.
Tak mau kalah, Fatihun Najah, Ketua SEMA FUHum Periode 2026, menyampaikan sambutan.
“Penentuan integritas lah yang akan menghidupkan nilai kampus kita. Pendidikan, penelitian, dan pengabdian, semoga kepengurusan yang baru ini mampu untuk menjadi kepengurusan yang lebih progresif, lebih baik, bisa mengabdi pada mahasiswa dan juga masyarakat. Selamat kepada para pengurus yang baru di lantik, semoga bisa berkontribusi sepenuh hati, dengan integritas sebaik mungkin,” ungkapnya.
Yulian Yardan Firjatullah, Ketua DEMA FUHum Periode 2025, mengingatkan kepada para pengurus baru agar siap mengemban amanah dari para mahasiswa.
“Teruntuk teman angkatan tahun ini, setiap anggaran yang di lontarkan untuk uang, adalah sebagian uang yang di titipkan para mahasiswa dari pembayaran ukt, dan harus dikembalikan manfaatnya untuk para mahasiswa, berorganisasi memang lelah, tapi bagaimana pun keadaannya tetap semangat dan bersabar,” tegasnya.
Rahma Danti Harum Kusuma Putri, Ketua SEMA FUHum Periode 2025, menyampaikan harapan kepada para pengurus baru.
“Selamat dan semangat kepada para pengurus yang baru di lantik, siang hari ini adalah awal teman sekalian untuk belajar, dan berproses. Semoga harapan untuk menjadi organisasi yang lebih progresif dan baik bisa terwujud di tahun ini, tidak ada kata gagal, yang ada hanya sukses dan bangkit lagi,” ujarnya.
Dr. Mokh. Sya’roni, M.Ag., selaku Dekan FUHum mengingatkan seluruh peserta yang tergabung ke dalam ormawa agar mampu menjalankan amanah dan mengamalkan setiap ilmu yang diperoleh.
“Proses pengabdian dimulai dari titik ini, bukan soal seremoni, tapi ini soal tanggung jawab dan amanah. Pengetahuan adalah yang utama, tanpa itu, bagaimana anda bisa mempertanggung jawabkan anggaran yang berasal dari para teman anda sendiri. Seluruh mahasiswa FUHum perlu mendapatkan perhatian anda, untuk apa menuntut ilmu tapi tidak ada ajang atau wadah untuk mengekspresikannya,” katanya.
Ia juga menekankan agar tanggung jawab saat ini harus diemban dengan baik
“Selamat dalam arti ini merupakan tanggung jawab yang harus segera dilakukan dengan baik. Semakin anda banyak interaksi, maka akan semakin banyak pula ilmu pengetahuan anda, jadikan ini sebagai rumah kedua, di samping pembelajaran formal yang ada di kelas,” jelasnya.
Pelantikan diakhiri dengan do’a yang dipanjatkan oleh Banyu Lintang.
Setelah semua proses pelantikan telah genap, dilanjut dengan kegiatan inti berupa pembekalan bagi para pengurus baru ormawa yaitu upgrading.
Dengan kegiatan yang dipandu oleh Ahmad Luthfi selaku moderator, mengatur proses diskusi dengan Dr. Mohammad Miftah, M. Pd., sebagai pemateri upgrading kali ini.
Dr. Mohammad Miftah, M. Pd., membuka materi upgrading dengan melantunkan syair-an gus dur kemudian menyampaikan jargon.
“Ngaji bukan hanya bisa membaca, tapi harus bisa menulis, usia boleh terbatas, namun karya tidak boleh terbatas, jadi aktivis itu baik, tapi lulus lebih cepat itu lebih baik,” ucapnya.
Ia mengungkapkan tentang tolak ukur berorganisasi yang baik seperti apa.
“Berorganisasi jika semua sudah sama satu frekuensi, mau berapapun jumlah aggotanya akan tetap bisa selesai dengan cara membangun chemistry di antara tim dan juga membangun pondasi (pengampu kegiatan). Perlu di bentuk ketua pengampu yang sudah memiliki peran masing² nya,” jelasnya.
Dirinya menyebutkan bagaimana pentingnya kerja sama dari setiap anggota dalam suatu organisasi.
“Organisasi menjadi pesat bukan hanya karena ketua, tapi partisipasi dari semuanya, jika tidak ada rasa memiliki, organisasi tidak akan berjalan dengan baik. Saling menghormati posisi dalam organisasi akan menciptakan rasa memanusiakan manusia dalam organisasi,” sebutnya.
Terakhir, ia juga menekankan agar menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam berorganisasi.
“Kemanusiaan sebagai mahkota dalam hal apapun, tanpa adanya rasa kemanusiaan, maka yang ada hanya kerusakan, kepentingan, dan nafsu sesaat. Bagi semua yang di lantik hari ini, ingat harus punya komitmen untuk siap memberikan energinya demi kepentingan kepengurusan,” tutupnya.
Kegiatan upgrading diakhiri dengan pencantuman poin penting oleh moderator.
Reporter: Fatih Rizqan
Editor: Layla Mariyatul Qibtiyyah
