Raih Berkah Ramadhan, Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Sukses Selenggarakan Acara Buka Puasa Bersama.

 


Semarang (27/02/26) – Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan positif dan penuh keberkahan, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) sukses menggelar acara Buka Bersama Mahasiswa IAT (BUBAR MAHS-IAT) yang diiringi dengan rangkaian khataman Al-Qur’an. Acara yang berlangsung khidmat ini diadakan di Aula Gedung Q Kampus 2 UIN Walisongo Semarang.

Acara dimulai dengan penampilan rebana dari Jam’iyyah Hamalah Qur’an (JHQ) yang membuka suasana dengan lantunan sholawat, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Kautsar Al-Mustafa.

Kemudian, acara disambung dengan pembacaan khataman Al-Qur’an yang dipimpin oleh Muhammad Khotibul Umam dan ditutup dengan pembacaan doa oleh Muhammad Farkhan Maulana.

Lulu Aprilia Agusti, selaku Ketua Panitia, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia dan hadirin yang sudah mau meluangkan waktunya untuk menghadiri acara.

“Saya selaku Ketua Panitia, memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila masih banyak kekurangan dalam acara ini, tak lupa saya ucapkan banyak terimakasih kepada seluruh panitia dan hadirin yang sudah meluangkan waktunya untuk menghadiri acara ini,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Muhammad Khoiril Anwar, selaku Ketua HMJ IAT juga mengapresiasi kerja keras panitia dan kehadiran para peserta. Ia menjelaskan bahwa tujuan utama dari acara ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa, khususnya di tingkat jurusan IAT dari berbagai angkatan.

"Acara ini kita kemas dengan Buka Bersama dan khatmil Qur'an untuk mencari keberkahan di bulan Ramadhan. Semoga kegiatan ini dapat membawa keberkahan dan kelancaran bagi kita semua dalam menjalankan ibadah puasa," tuturnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Jurusan IAT, Bapak Muhtarom, M. Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan beberapa pesan untuk seluruh Mahasiswa IAT.

"Alhamdulillah, dengan nikmat Allah kita bisa berkumpul dan menambah kebaikan di sore hari yang penuh berkah ini. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk menghidupkan bulan Ramadhan dengan amalan-amalan yang mendekatkan kita kepada Al-Qur'an. Karena bulan Ramadhan adalah bulan di turunkannya Al-Qur'an. Ingatlah, Allah menurunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi seluruh manusia, tidak ada petunjuk yang menjamin pada kebahagiaan dan kesuksesan hidup baik di dunia maupun di akhirat selain Al-Qur'an. Karena, sesungguhnya Allah itu ingin membawa manusia, hamba nya ini, kepada kemuliaan, tetapi memang ada sebagian manusia justru cenderung mengikuti hawa nafsu, yang akan mengantarkannya pada kerendahan. Barangsiapa yang menjadikan Al-Qur'an sebagai imam (panutan/pedoman) didepannya, maka Al-Qur'an akan menuntunnya ke surga, sebaliknya, barangsiapa yang menempatkan Al-Qur'an di belakangnya, menjual ayat² Allah dengan dunia (mendahulukan kesenangan duniawi dan mengabaikan perintah-perintah Allah yang tertulis dalam ayat-ayatnya), maka hidupnya akan sesat dan Allah akan menyeretnya ke dalam neraka,” pesannya.

Terakhir, acara ditutup dengan Kultum yang disampaikan oleh Mega Lestari.

Ia mengaitkan perjalanan hidup manusia dengan filosofi tembang Macapat serta merujuk pada Surat Ar-Rum ayat 54.

اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْۢ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْۢ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَّشَيْبَةًۗ يَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُۚ وَهُوَ الْعَلِيْمُ الْقَدِيْرُ ۝٥٤

Artinya: Allah adalah Zat yang menciptakanmu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan(-mu) kuat setelah keadaan lemah. Lalu, Dia menjadikan(-mu) lemah (kembali) setelah keadaan kuat dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia Maha Mengetahui lagi Mahakuasa. ( QS. Ar-Rum : 54).

“Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa manusia diciptakan dalam keadaan lemah, kemudian diberi kekuatan, dan kembali menjadi lemah di hari tua, yang menjadi landasan bagi siklus kehidupan manusia,” ujarnya.

Terakhir, dirinya juga menjelaskan sekaligus sebagai peutup acara, bahwa setiap tahapan kehidupan manusia itu diwakili oleh 5 tembang Macapat.

“Dimulai dari tembang Mijil yang melambangkan kelahiran manusia dalam keadaan tidak mengerti apa-apa. Kemudian tembang Kinanthi menggambarkan masa kanak-kanak yang diberi bekal ilmu pengetahuan, moral, dan didikan dari orang tua untuk menjalani kehidupan. Selanjutnya, tembang Sinom melambangkan masa muda yang penuh semangat, dan tembang Pangkur menggambarkan masa tua di mana manusia mewarisi nilai-nilai dari orang tua serta dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan dzikir agar bisa diikuti jejak baiknya. Perjalanan hidup ini berakhir dengan tembang Megatruh, yang berarti putusnya nyawa atau meninggal dunia, di mana manusia akan kembali ke asalnya (tanah),” tutupnya.

Reporter: Layla Mariyatul Qibtiyyah

Editor: Fatih Rizqan

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama